Sejarah Taman Kanak-Kanak Al Quran

Para guru Al Qur’an yang kami hormati, tentu anda semua ingin mengetahui sejarah awal-mulanya pendidikan TK.Al Qur’an di Indonesia, dan siapa perintisnya.

Perintis pendidikan Al Qur’an khusus balita (4/5 th.) di Indonesia, mungkin juga di dunia adalah Almarhum KH. Muhammad Sedayu Gresik Jawa Timur. Beliau merintisnya sejak tahun 1965 (menurut keterangan beliau). Dan sewaktu KH. Dahlan bersilaturrami kesana pada bulan Mei 1986, jumlah murid beliau ada 1.300 dari seluruh kepulauan di Indonesia.



1. Tergugah Hati Kami Untuk Membuka TK. Al Qur’an
Sebulan setelah bersilaturrami ke Sedayu, tepatnya pada tanggal 1 juli 1986 KH. Dahlan Salim Z. Mencoba membuka TK. Al Qur’an dengan rencana insya Allah dalam waktu 4 tahun murid akan khatam Al Qur’an. Rencana ini dengan perhitungan jika di pondok Sedayu anak butuh belajar 4 jam sehari sedang di TK. Al Qur’an nantiya 1 jam sehari, tiap sore (jam 04.00 s/d 05.00).

2. Atas Inayah Allah Mengasilkan Yang Luar Biasa

Diluar dugaan, setelah TK. Al Qur’an Roudlotul Mujawwidin Semarang berjalan 7 bulan, ada beberapa murid sudah mampu membaca Al Qur’an, maka rencana 4 tahun khatam Al Qur’an dirubah menjadi 2 tahun. Dan ternyata setelah 2 tahun, 20 anak telah khatam dan menguasai Ghorib serta ilmu Tajwidnya.

3. Berpakaian Seragam

Sekalipun TK. Al Qur’an yang pertama bersifat percobaan, namun pengasuh telah membuat ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
- Pakaian seragam dan bersepatu.
- Masuk tiap hari kecuali Jum’at (jam : 16.00 s/d 17.00).
- Usia dibatasi 5 s/d 6 tahun (sekarang 3/4 th.).
- Satu kelas diisi 2 anak, khusus jilid satu 15 anak, dengan satu guru.
- Metode, 50% klasikal dan 50% individu(sekarang murni klasikal).

4. Perkembangan TK. Al Qur’an
Karena metode yang diterapkan sangat praktis, maka dalam waktu yang relatif pendek terdengar di dalam dan di luar kota Semarang. Sehingga terpaksa menolak murid, ini disebabkan tidak menampung jumlah yang mendaftar.Setiap hari, selain melayani para pendaftar, juga tamu dari luar kota yang ingin membuktikan kemudahan mengajar anak pada usia balita ini, sambil menimba ilmu untuk di kembangkan di daerahnya masing-masing.

Perkembangannya menjadi berlipat ganda, dalam waktu kurang dari tiga tahun TK. Al Qur’an telah menyebar hampir seluruh Jawa. Setelah Pekalongan membuka TKA. Dengan nama AL KAROMAH, dalam waktu singkat telah berkembang cabangnya.

Dan lebih pesat lagi setelah Kota Gede Yogyakarta membuka TK. Al Qur’an dengan nama AMM. Asuhan Bpk. As’ad Humam, sekalipun AMM ini TK. Al Qur’an yang kedelapan namun atas kegigihan para pengurusnya dan dengan semangat yang tinggi, maka dalam waktu pendek mampu mengembangkan di beberapa daerah, sehingga mencapai jumlah lebih dari 30 tempat ( jumlah ini hanya perkiraan kami, mungkin lebih).

Dengan rasa syukur kepada Allah SWT. lembaga TK. Al Qur’an telah mampu berkembang, sehingga insya Allah tidak lama lagi lembaga pendidikan model baru ini akan berkembang di seluruh Indonesia, Amin.

5. Langkah Cepat Tepat Mendirikan TK/TP Al Qur’an
Sebagai pesan dari KH. Turmudzi Taslim dan Gus Ulin Nuha (keduanya hafidh), jika akan membuka TK. Al Qur’an sebaiknya mengirim seorang ahli Al Qur’an (syukur jika hafidh) ke ROUDHOTUL MUJAWWIDIN Kebon Arum 73 Semarang, untuk dibimbing selama satu/dua hari cukup, atau ke Koordinator cabang yang telah di tunjuk oleh KH. Dahlan Salim Zarkasyi.
Previous
Next Post »